Resensi Buku Novel Hujan Karya Tere Liye
![]() |
| Hujan, karya Tere Liye |
Sinopsis
Terdapat seorang gadis bernama Lail yang hidup pada masa itu dengan segala kemajuan tekonologinya dan gentingnya isu-isu mengenai lingkungan. Lail berusaha untuk menghapus seluruh kenangannya yang menyakitkan dengan sebuah alat canggih yang ada di zaman tersebut. Syarat agar alat tersebut bisa bekerja adalah dengan menceritakan kenangan-kenganan selama hidupnya tanpa ada satu pun yang ditutup-tutupi.
Lail kemudian bercerita dimulai dari masa kecilnya. Saat itu Lail terburu-buru saat hari pertama masuk sekolah. Bersama ibutnya, ia tidak henti-hentinya menyuruh untuk bergegas supaya tidak ketinggalan kereta. Namun saat perjalanan di kereta, gempa bumi dahsyat terjadi dan mengguncang kota mereka. Semuanya hancur berantakan dan banyak korban berjatuhan termasuk Ibunya Lail. Beruntung Lail selamat karena ditolong oleh seorang anak laki-laki yang memegang tangannya saat akan jatuh ke lorong kereta. Anak laki-laki tersebut bernama Esok.
Tidak hanya sampai disitu. Lail merasa makin menderita setelah mendengar kabar bahwa pulau tempat ayahnya bekerja hancur diterjang tsunami. Lail pun menjadi seorang anak yatim piatu. Setelah kejadian bencana tersebut, Lail tinggal di tempat pengungsian yang dibuat oleh pemerintah kota. Di tempat pengungsian ini, Lail selalu bersama dengan Esok hingga muncul persahabatan di antara mereka dan kelak akan berubah menjadi sebuah cinta.
Setelah situasi kota sudah kembali normal, Lail ditampung di panti asuhan. Di sini Lail memiliki teman yang bernama Mariyam yang kelak akan menjadi relawan yang membanggakan bersama-sama. Esok sendiri diasuh oleh walikota. Karena kecerdasannya, Esok mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri dan berhasil menciptakan teknologi yang mampu menyelematkan bumi dari kepunahan.
Dengan prestasi mereka masing-masing, muncul perasaan suka sama lain antara Lail dan Esok. Namun Lail merasa rendah diri karena kabarnya anak walikota yang cantik jelita juga menyukai Esok. Pertemuan antara gadis itu dengan Esok pun juga lebih sering karena berada dalam satu rumah walikota daripada pertemuan Lail dengan Esok yang hanya sempat bertemu sekali dalam setahun.
Bumi semakin berubah dan menuju ambang kehancuran. Esok bersama dengan orang-orang jenius lainnya di luar negeri menciptakan pesawat ulang-alik agar penduduk bumi bisa hidup di luar angkasa. Namun sayangnya sebesar apapun pesawat ulang-alik tersebut tidak akan dapat menampung semua penduduk bumi sehingga diadakan pengundian untuk menentukan siapa saja yang bisa naik pesawat tersebut. Esok mendapat satu tiket karena merupakan salah satu pencipta pesawat tersebut.
Saat pengundian dilakukan ternyata Esok mendapatkan satu tiket lagi. Lalu apakah Esok akan memberikan tiket tersebut kepada Lail atau kepada anak walikota yang cantik itu?
***
Resensi
1. Judul dan Tema
Novel ini memiliki judul "Hujan" yang terdengar sederhana, namun asosiasinya dengan berbagai emosi di perasaan manusia membuatnya memiliki daya tarik yang unik. Novel ini mengangkat tema persahabatan. Cerita dalam novel ini menjelaskan lika-liku hubungan antara Lail dan Esok.
2. Latar Cerita
Tere Liye menggambarkan latar di cerita ini dengan baik. Ia mendeskripsikan latar masa depan dengan berbagai detail, misalnya mobil tanpa supir, pemandu online, alat komunikasi yang tertanam dalam tangan, sehingga imaji pembaca dapat membayangkan keadaan futuristik yang ada dalam cerita. Selain itu, suasana panik dan tragis yang tergambarkan dalam peristiwa bencana dapat kita rasakan dengan jelas.
3. Tokoh dan Penokohan
Tokoh dalam novel ini memiliki keunikannya masing-masing. Misalnya Lail, yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan penolong, terbukti dalam aksinya yang rela berkorban, mengarungi badai yang menakutkan demi menyelamatkan masyarakat. Selain itu, ada juga Esok yang cerdas dan jenius. Dia dapat menyelesaikan berbagai masalah yang rumit dalam waktu yang singkat. Ditambah dengan pengembangan tokoh yang baik, tokoh dalam novel ini akan membekas dalam pikiran pembaca.
4. Diksi
Walaupun memiliki genre science-fiction, novel yang dikarang Tere Liye ini menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Kata-kata teknis atau istilah yang kurang populer langsung dijelaskan setelah kata atau istilah tersebut muncul dalam cerita.
5. Kalimat dan Pengembangan Cerita
Berbagai kejutan dan peristiwa penting yang terjadi di novel ini digambarkan dengan kalimat deskriptif yang detail. Misalnya musim dingin berkepanjangan akibat gunung meletus, kemudian karena campur tangan manusia, musim dingin berubah menjadi musim panas tanpa akhir. Hal-hal seperti ini membangun imajinasi pembaca. Selain itu, kronologis cerita yang tersusun rapi dapat membuat pembaca terus penasaran sehingga terus membaca hingga akhir.
6. Tokoh Kesukaan
Menurut saya, tokoh yang paling menarik adalah Maryam. Sifatnya yang pantang menyerah. Dia tidak pernah mengenal kata gagal sebelum dia mencoba. Hal ini ditunjukkan ketika ia mengikuti tes organisasi relawan walaupun usianya yang belum mencukupi. Dengan mengejutkan, ia berhasil melewati tes tersebut. Selain itu, Maryam yang jahil dan sering menggoda Lail membawa rasa unik di novel ini. Ketika ia sedang mengganggu Lail, akan sulit bagi saya untuk menahan tawa.

Comments
Post a Comment