Warna Warni Dunia



Sulit untuk membayangkan dunia di sekitar kita tanpa corak warna yang beragam. Hal tersebut terjadi karena warna sudah menjadi bagian yang besar dalam komunikasi visual kita sehari-hari. Tanpa warna, banyak dari benda yang ada di sekitar kita akan hilang sebagian maknanya. Warna adalah kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dikenainya. Tapi, apakah kalian pernah membayangkan dari mana warna berasal? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengetahui bagaimana semua benda di dunia ini berinteraksi dengan cahaya.
Cahaya "putih" yang sehari-hari kita lihat adalah campuran dari berbagai gelombang energi dengan intensitas yang beragam. Ketika suatu benda mempunyai warna, berarti benda tersebut menyerap sebagian dari gelombang tersebut dan memantulkan sebagian yang lain. Gelombang yang diserap dan dipantulkan ini bergantung pada unsur-unsur penyusun benda itu sendiri sehingga benda dengan unsur penyusun yang berbeda akan menghasilkan warna yang berbeda. Selain itu, ada benda yang tidak menyerap ataupun memantulkan cahaya, misalnya kaca. Gelombang hanya akan melewati kaca, tanpa berubah, sehingga kaca memiliki sifat yang transparan atau dapat ditembus cahaya.
Analogi yang mudah dari peristiwa pemantulan dan penyerapan gelombang adalah dengan jaring dan bola. Bayangkan berbagai jaring dengan lubang yang berbeda ukuran. Ketika kita melempar sebuah bola menuju jaring tersebut, terdapat tiga kemungkinan. Apabila jaring tersebut memiliki lubang yang kecil, maka bola akan memantul kembali. Apabila jaring memiliki lubang yang sesuai dengan besar bola, maka bola akan tersangkut. Sedangkan, apabila jaring memiliki lubang yang lebih besar daripada bola, maka bola tersebut akan melewati jaring. Sama seperti ketika gelombang cahaya mengenai suatu benda, cahaya tersebut dapat diserap, dipantulkan kembali, atau menembus benda.
Gelombang cahaya kemudian diterjemahkan oleh mata dan otak kita sebagai warna. Retina yang ada pada mata kita terdiri dari sel yang sensitif terhadap cahaya. Sel inilah yang kemudian menerjemahkan gelombang cahaya menjadi pesan-pesan yang dapat diproses oleh otak. Terakhir, otak yang mendapat informasi ini akan memvisualisasikan warna.
Oleh karena itu, warna tidak dihasilkan atau dipancarkan oleh suatu benda, tetapi berasal dari gelombang cahaya yang dipantulkan oleh permukaan benda tersebut. Inilah mengapa kita sulit melihat warna di tempat yang gelap, tempat yang hanya memiliki sedikit cahaya. Selain itu, kita hanya dapat melihat sebagian dari gelombang cahaya, sedangkan beberapa serangga seperti lebah dan kupu-kupu dapat melihat gelombang yang tidak bisa dilihat oleh manusia. Hal tersebut membantu mereka untuk mencari nektar. Walaupun manusia tidak bisa melihat sebagian dari gelombang cahaya, mesin yang kita buat dapat mendeteksinya. Itulah fungsi dari sebuah spektrometer.

Comments